Yonif TP 815/WGT Selenggarakan Penyuluhan Kesehatan PIMS dan HIV/AIDS bagi Prajurit TNI dan Persit

Yonif TP 815/WGT Selenggarakan Penyuluhan Kesehatan PIMS dan HIV/AIDS bagi Prajurit TNI dan Persit

$translator->translate( $post->title }}

Keerom - Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan serta membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pencegahan penyakit menular, Yonif TP 815/WGT melaksanakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) dan HIV/AIDS bagi prajurit TNI dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang Yonif TP 815/WGT. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Markas Yonif TP 815/WGT dengan suasana tertib, aman, dan penuh perhatian dari seluruh peserta.

Penyuluhan kesehatan ini merupakan bagian dari program pembinaan personel di bidang kesehatan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar, menyeluruh, dan berkelanjutan terkait PIMS dan HIV/AIDS. Melalui kegiatan ini, diharapkan prajurit dan Persit memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pengertian penyakit, cara penularan, faktor risiko, dampak terhadap kesehatan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparan materi yang disampaikan oleh dr. Ratnasyari Chaidir, dijelaskan bahwa Penyakit Infeksi Menular Seksual dan HIV/AIDS masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang latar belakang apabila tidak dibarengi dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Oleh karena itu, peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga moral, etika, serta kesetiaan dalam kehidupan berkeluarga sebagai salah satu upaya pencegahan utama.

Selain itu, narasumber juga menjelaskan secara rinci mekanisme penularan PIMS dan HIV/AIDS, baik melalui hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik tidak steril, maupun penularan dari ibu ke anak. Ditekankan pula bahwa HIV/AIDS tidak menular melalui sentuhan, bersalaman, berbagi makanan, maupun interaksi sosial lainnya, sehingga stigma dan diskriminasi terhadap penderita harus dihindari.

Peserta penyuluhan juga dibekali informasi mengenai tanda dan gejala awal PIMS, pentingnya deteksi dini, serta manfaat pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dengan pemeriksaan yang rutin dan penanganan yang tepat, risiko komplikasi serta penyebaran penyakit dapat diminimalkan. Kegiatan ini juga mendorong prajurit dan Persit untuk lebih terbuka dalam mencari informasi kesehatan yang benar dan bertanggung jawab.

Komandan Yonif TP 815/WGT dalam arahannya menyampaikan bahwa kesehatan prajurit dan keluarga merupakan fondasi utama dalam mendukung kesiapan operasional satuan. “Prajurit yang sehat secara fisik dan mental akan mampu melaksanakan tugas dengan maksimal. Demikian pula keluarga yang sehat akan menjadi kekuatan moral bagi prajurit. Melalui penyuluhan ini, saya berharap seluruh prajurit dan Persit semakin peduli, memahami, dan mampu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan penyuluhan kesehatan ini tidak hanya bertujuan untuk menambah pengetahuan, tetapi juga sebagai langkah preventif guna menciptakan lingkungan satuan yang sehat, harmonis, dan bebas dari penyakit menular. Yonif TP 815/WGT berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan pembinaan yang bersifat edukatif dan preventif sebagai wujud perhatian pimpinan terhadap kesejahteraan prajurit dan keluarga.

Melalui penyuluhan PIMS dan HIV/AIDS ini, diharapkan seluruh prajurit dan Persit Yonif TP 815/WGT mampu menjadi pelopor hidup sehat, menjaga kehormatan diri dan keluarga, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sosial yang peduli kesehatan, saling mendukung, dan bebas dari stigma.

Yonif TP 815/WGT akan terus bersinergi dengan instansi kesehatan terkait dalam rangka mendukung program kesehatan nasional, sebagai bagian dari upaya mewujudkan prajurit TNI AD yang profesional, tangguh, dan siap menghadapi setiap tantangan tugas.

Tanggal : Kamis, 18 Desember 2025

Kirim Komentar:

Total Visit: 48

Barita Terbaru